#sobatatrbpnponorogo selasa 13 januari 2021 , Kantah Kabupaten Ponorogo telah malaksanakan Pelantikan dan pengangkatan sumpah kepada para petugas administrasi dan satuan tugas lainnya untuk mesukseskan program ptsl di tahun anggaran 2021.
Acara dilaksanakan di halaman kantor pagi hari bersamaan dengan jam apel pagi yang tentunya tetap dengan menjaga jarak untuk mematuhi protokol kesehatan
Kasubag Tata Usaha bapak Agus Rijadi memberikan pengarahan
#sobatatrbpnponorogo bicara mengenai keberhasilan, bahwa sebuah keberhasilan itu tidak lepas dari yang namanya kerja keras dan semangat yang tinggi.
Sejatinya hasil adalah bonus namun yang pasti kerja keras dan kerjasama tim sangat dibutuhkan dalam mencapai sebuah keberhasilan.
Kantor pertanahan kabupaten ponorogo melaksanakan acara pemantapan program trijuang di hall queen of the souht jogjakarta Sabtu 9Januari 2021 , yang tentunya tetap dengan mematuhi protokol kesehatan dan rapid test sebelum berangkat.
Meskipun Tahun 2020 kemarin telah membuahkan hasil kinerja 100% namun pada acara ini, juga dilaksanakan evalusi agar kinerja kedepannya menjadi jauh lebih baik.
Selain itu, pemberian uang pembinaan bagi pegawai berprestasi, tujuannya adalah untuk memotivasi para pegawai agar kedepan, para pegawai bisa lebih bersemangat lagi dalam menjalankan tugasnya di kantor.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo Menyerahkan sertipikat ke Masyarakat
Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Ponorogo menyerahakan sertifikat tanah progam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2020 kepada warga penyerahan Desa Karnglo Lor, Desa Bulu Lor Kecamatan Jambon dan Desa Sumberejo Kecamatan Balong.
Penyerahan sertifikat PTSL tersebut dilakukan secara virtual oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo kepada perwakilan penerima yang bertempat di Balai Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon, Selasa (5/1).
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo Arya Ismana, menyampaikan, pelaksanaan Program PTSL tahun 2020 telah dilaksanakan di 26 Desa, 11 Kecamatan Kabupaten Ponorogo, dengan target 36 ribu sertifikat tanah.
“Sebelumnya targetnya sekitar 55 ribu, namun karena ada pandmei menjadi 36 ribu sertifikat. Target selanjutnya adalah 52 ribu sertifikat di tahun 2021. Dan BPN siap melayani penerbitan sertifikat dengan sebaik-baiknya, “ kata Arya Ismana.
Sementara itu, Kades Karanglo Kidul Islami mengatakan, pihaknya mengapresiasi dengan progam PTSL yang benar-benar terrealiasi sehingga warga memiliki bukti atas kepemilikan hak tanahnya. “Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, BPN Ponorogo, Pemkab Ponorogo, Pokmas dan warga yang telah membantu hingga sertifikat tanah ini bisa diterimakan. Dan sebanyak 1450 sertifikat di Desa Karanglo Kidul telah diterbitkan dan masih tersisa sekitar 547 yang sudah diukur namun masih dalam proses. Selain itu, saya menghimbau kepada pemilik tanah yang telah terbit sertifikatnya untuk hati-hati dalam menyimpan dan mengamankan sertifikat tersebut. Semoga sertifikat tanah ini bisa bermanfaat dan berkah bagi kita semua, “pungkasnya.
Asumsi masyaratkat mengenai bukti kepemilikan hak atas tanah yang sah secara hukum , dengan selembar SPPT PBB nyatanya masih di percaya sampai saat ini.
Bahwa kepemilikan Hak Atas Tanah yang sah secara Hukum hanya bisa di buktikan dengan adanya sertipikat, dan bukanlah selembar SPPT PBB.
Sebuah Penyesalan itu ada di belakang, bukan di depan , artinya apa? Artinya selagi masih ada kesempatan untuk mengurus sertipikat tanah secara gratis, ini tentunya harus benar-benar di manfaatkan.
Mengingat, bahwa program yang sudah di canangkan oleh presiden Jokowi – – di Tahun 2025 nanti, seluruh tanah yang ada di indonesia harus sudah bersertipikat semua.
Hari ini 05 Januari 2021 kantor pertanahan kabupaten Ponorogo berhasil melaksanakan penyerahan sertipikat PTSL serentak seluruh indonesia oleh presiden Joko Widodo melalu virtual zoom.
Ini bukti nyata, bentuk komitmen untuk meyelesaikan program PTSL sesuai dengan arahan Presiden memang benar-benar dilaksanakan.
Program PTSL desa lengkap Harus di tuntaskan di Tahun 2025 nanti. Dengan motto “Ora Ribet , Ora Ruwet lan Mesti Dadi “
Seperti apa yang di sampaikan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo dalam sambutannya
Seperti peribahasa mengatakan ,sambil menyelam minum air. yang kurang lebih artinya adalah Mengerjakan dua, tiga pekerjaan sekaligus pada suatu waktu.
Jika peribahasa tersebut di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, mungkin bisa saja mengambil sudut pandang Bekerja sambil beribadah, dan bukankah berkerja itu juga bagian dari ibadah jika memang diniatkan dalam hati untuk beribadah.
Bekerja sambil beribadah memang selalu diterapkan oleh para pegawai kantor ATR/BPN Kabupaten Ponorogo dalam menjalani pekerjaan setiap harinya. Terlebih adalah saat moment-moment bulan Ramadhan seperti saat ini, bisa tetap bekerja dengan semangat melayani dan juga berpuasa dengan sepenuh hati.
Hal itu terbukti, meski disaat bulan Ramadhan, Selasa 14 Mei 2019 kantor ATR/BPN PONOROGO tetap menggelar acara Pelepasan Purna Tugas kepada 2 Pegawai yakni Bapak Widodo, SH dan Bapak Haryana, yang Tahun ini sudah Selesai Tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara untuk kantor ATR/BPN.
Dalam Sambutannya, Bapak Widodo dengan nada sedikit bergurau mengatakan, bahwa pihaknya sebenarnya tidak perlu dilepas , toh nantinya juga akan lepas dengan sendirinya. Namun yang berat adalah kenangannya selama bekerja dikantor ATR/BPN yang sudah beliau anggap selayaknya keluarga sendiri, tidak mungkin bisa dilupakan begitu saja.
” Alhamdulillah, tugas saya sudah selesai, mulai hari ini saya sudah Purna Tugas, tugas di kantor sudah selesai, tugas sebagai bapak dalam keluarga juga sudah hampir selesai, kedua anak saya juga sudah saya entaskan (nikahkan) , urusan dunia sudah semakin berkurang, sudah saatnya saya fokus untuk urusan akhirat ” sahut Bapak Widodo yang tengah berpamitan di depan para undangan.
Acara sengaja diakan sore hari, bertempat di Mushola Al-Ikhlas kantor ATR/BPN PONOROGO sekaligus digabung dengan acara buka bersama dan juga pemberian Santunan kepada anak-anak Panti Asuhan.
Tetesan air mata tangis haru dan bahagia tak terbendung, terlihat begitu jelas diwajah ibu Arya Ismana, istri kepala Kantor ATR/BPN PONOROGO sekaligus ketua IKAWATI yang tengah memberikan santunan kepada anak-anak Panti Asuhan dan di dampingi oleh Kasubag Bapak Agus Riyadi.
Moment ini sekali lagi menegaskan, Bahwa kantor ATR/BPN PONOROGO bukan hanya tempat untuk bekerja namun sekaligus juga untuk ladang ibadah bagi para pegawainya, yang dimanfaatkan untuk berbagai kebahagiaan bukan hanya bersama rekan kerja namun juga bersama anak-anak Panti Asuhan.
Dengan diselenggarakannya pelantikan ini Merupakan sebuah pencapaian kepada PPAT yang dilantik, juga berkah dan kebahagiaan tersendiri bagi pihak keluarga yang selama ini telah memberikan begitu banyak dukungan, baik dukungan secara materil dan moril serta doa, sehingga gelar PPAT bisa disematkan – – Ungkap Bapak Arya Isma kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Ponorogo dalam sambutan saat pelantikan PPAT di Aula kantor.
Hari ini, Kamis (02/05/2019) Kantor ATR/BPN Kabupaten Ponorogo dipimpin oleh kepala Kantor berhasil melaksanakan pelantikan Pejabat Pembuat Akta Tanah ( PPAT ) sejumlah 2 orang, yang diantaranya adalah
1 . Ratna Tanjung Warih SH. Mkn
2. Ayu Bimo Setyo Putri SH. Mkn.
Bagi Ayu Bimo Setyo Putri, hal ini selain menjadi hari yang bersejarah baginya, juga merupakan sebuah kado terindah. pasalnya 3 hari yang lalu, tepatnya tanggal 29 April 2019 pihaknya Berulang Tahun yang ke 27 Tahun.
Ucapkan selamat langsung diberikan oleh Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Ponorogo kepada kedua PPAT yang dilantik, sesaat setelah acara pelantikan selesai dilaksanakan.
Sebagai mitra kerja dari kantor ATR/BPN, setidaknya ada 16 PPAT yang di ponorogo serta sejumlah ppats ,dalam hal ini adalah camat seluruh ponorogo. Diharapkan dengan jumlah PPAT yang ada saat ini, bisa memenuhi pelayanan pertanahan menjadi lebih berkualitas bagi masyarakat
“Tidak usah kawatir mesti jumlah PPAT banyak, namun produk sertipikat yang terbit dari kantor ATR/BPN setiap Tahunnya juga sangat banyak. Dan yang terpenting adalah Kita harus siap bekerja sama dalam mewujudkan pelayanan yang berkelanjutan” Sahut Pak Arya dalam sambutannya
Selain hal itu, Pak Arya juga menyampaikan 2 pesan kepada PPAT yang baru saja dilantiknya
Pertama, Sinergi dukungan yang baik dr bpn dan PPAT harus benar-benar dapat di jaga dengan baik dari segi pelayanannya , dimudahkan untuk masyarakat, namun tetap harus sesuai dengan ketentuan dan secara transparansi. Jika ada kendal apapun , segera sampaikan kepada BPN.
Mengingat tahun ini BPN membangun zona integritas untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi yang tentunya hal ini menjadi harapan masyarakat
Kedua Sesuai dengan sumpah Janji yang diucapkan, Akan bekerja bertanggung jawab dan jujur , mari kita bersama-sama kembali kepada komitmen, PPAT harus mampu menjadi ujung tombak dari bersihnya informasi dan transaksi terkait kepengurusan sertipikat dimasyarakat .
Pesan Pak Arya yang terakhir untuk memenuhi perkembangan teknologi, wacana atau rencana laporan secara online melalui aplikasi dan sebagai inovasi dari ATR/BPN, diharapkan para PPAT untuk bisa berkoordinasi dengan Kepala Seksi H2P untuk mewujudkan pelayanan yang konvensional berubah menjadi pelayanan yang secara digitalisasi , demi untuk mendukung dibangunnya zona integritas di lingkup kantor ATR/BPN
” Jujur kaget, benar-benar kaget ketika mendapat mandat dan kepercayaan untuk dipindahtugaskan ke Ponorogo, seketika itu saya langsung browsing di google untuk mencari tahu tentang Ponorogo dan saya sangat terkesan , terutama kantor Pertanahan.
Dan ternyata benar, baru acara serah terima jabatanpun saya sudah terkesima. Biasanya acara serah terima jabatan itu hanya bertempat di aula atau di halaman kantor, dan saya baru pertama kali merasakan acara serah terima jabatan disaksikan oleh para pejabatan daerah dan di gedung semewah ini “
Masih tergambar jelas di dalam ingat, kalimat diatas kurang lebihnya adalah apa yang disampaikan oleh Bapak Sugeng Mulyo Santoso pada saat acara serah terima jabatan.
Kala itu, Jum’at 2 Maret 2018, kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan acara serah terima jabatan Kepala Kantor yang lama Ir Deddy Abdul latief yang berpindah tugas ke bandung dan digantikan oleh Pak Sugeng Mulyo Santoso di Gedung Sasana Praja Ponorogo.
Namun pada hari ini, Senin 11 maret 2019 harus menjadi hari terakhir Pak Sugeng memimpin apel pagi di Kantor Pertanahan Ponorogo. Pasalnya, genap 1 tahun 11 hari kempimpinan Pak Sugeng di Kantor Pertanahan Ponorogo, pihaknya harus berpindah tugas lagi ke Kantor yang baru.
Meski belum tau akan dipindah tugaskan kemana,namun dalam sambutan apel pagi ini, dengna suasana yang penuh dengan haru, Pak Sugeng menyampaikan kata pamitannya kepada seluruh pegawainya.
Pak Sugeng menyampaiakan, menyikapi kepindahannya ini, agar seluruh pegawainya untuk bisa sama-sama saling menerapkan pepatah jawa “ MIKUL DUWUR MENDEM JERU” yang pada intinya adalah, cara dalam menghormati seseorang itu bukan hanya ada saat bisa bersinggungan setiap hari, jika seseorang itu sudah tidak bisa bertemu lagi, maka nama baik dan dedikasi yang selama ini sudah dilaksanakan akan lebih baik jika di ingat yang baik-baik saja.
Pihaknya juga sangat berharap agar kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo bisa kerja sama secara organisasi, bagaiamana seluruh pegawai bisa bekerja selayaknya kerja dalam sebuah organisasi dan bukan selayaknya ikut seseoang. dengan demikian, jika sewaktu-waktu pimpinan dipindah tugaskan ke tempat lain, tidak ada keterpengaruhan sama sekali dan Kantor masih tetap bisa berjalan seperti hari biasanya.
Namun hal itu , oleh para pegawainya dinilai hanya sebagai wujud kerendahan hati Pak Sugeng belaka. Bagaimana tidak berpengaruh sama sekali, kehadiran Pak Sugeng dikantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo memiliki pengaruh yang sangat besar. Dedikasi dan kecintaan Pak Sugeng terhadap Kantor Pertanahan Ponorogo sangat luar bisa.
Di awal kepemimpinannya di kantor Pertanahan Ponorogo, pihaknya sudah berhasil menyelesaikan status pegawai yang kurang jelas. hasilnya luar biasa, seluruh pegawai honorer di angkat statusnya oleh Pak Sugeng menjadi PTT.
Belum lagi, Penghargaan demi Penghargaan yang di terima oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo selama dipimpin oleh Pak Sugeng, Salah satunya adalah penghargaan dari KPKNL sebagai kantor pelayanan tercepat
Bagaimana kerja keras Pak Sugeng selama memimpin kantor Pertanahan Ponorogo masih tergambar jelas dalam ingatan, dengan tegas Pak Sugeng menegakkan peraturan dalam kantor, teruma menyikapi tindakan tindakan yang melanggar hukum, dan bagaimana pak Sugeng begitu gagahnya dalam pencanangan zona anti pungli yang diberlakukan kepada setiap pegawai. Sehingga outputnya adalah dipilihnya Kantor Pertanahan Ponorogo sebagai salah satu Kantor sejawa timur yang masuk dalam penilaian zona itegritas.
Bukan hanya itu saja, masih sangat melekat di hati para pegawai Kantor Pertanahan Ponorogo , bagaimana Kantor mendapatkan bebrapa penghargaan selama dipimping oleh Pak Sugeng. Permasalahan sertipikat untuk Gedung baru kampus IAIN yang mangkrak selama 2 Tahunpun berhasil teratasi ditangan Pak Sugeng.
Di depan Iponk mukhlisoni Bupati Ponorogo yang saat ini masih memimpin, Pak Sugeng juga pernah mendapatkan penghargaan atas besarnya prosentase kontribusi pajak daerah mealui sertipikat tanah khususnya di dalam program PTSL.
Kepedulian Pak Sugeng terhadap masyarakat Ponorogopun cukup untuk diacungi jempol. Hal terbukti dibawah intruksinya , Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo bekerja sama dengan Rumah Sakit Darmayu menggelar bakti social berupa bantuan air bersih dan pengobatan gratis di desa karang patihan kecamatan Balong yang notebene adalah desar yang sebagian masyarakatnya mengalami keterbelakangan mental. Dan juga memprioritaskan Desa Karang Patihan untuk ikut dalam program PTSL 2019 inii. Dan tentunya masih banyak lagi dedekasi Pak Sugeng yang tidak dapat untuk diceritakan.
Disisi lain, selain kecintaan Pak Sugeng dengan nilai-nilai kearifan lokal, budaya dan kesenian Ponorogo sudah tidak bisa diragukan lagi, hal itu dibuktikan dengan kecintaannya memakai seragam pakaian khas warok Ponorogo pada saat perayaan hari jadi kota Ponorogo, yang Nampak begitu gagahnya seperti halnya Warok Ponorogo.
Pak Sugeng Juga pernah merasakan bagaimana pihaknya ikut antusias dalam salah satu gelaran budaya Tahunan Kabupaten Ponorogo yakni kirab pusaka yang diadakan setiap tanggal 1 Muharram
Bukan hanya hal itu, dibawah kepemimpinan Pak Sugeng, kantor Pertanahan Kabputan Ponorogo berhasil menghitam merahkan Kantor kanwil Jawa Timur di Surabaya dengan menggelar pertunjukan Seni Reyog Ponorogo dalam perayaan Hantaru 2018 yang didalamnya juga membuat Kepala Kantor ATR/BPN wilayah Jawa Timur begitu terkesan mengenakan pakaian warok dan naik ke atas barongan yang berhasil memukau tiap pasang mata yang menyaksikannya.
Dan yang terakhir, hal yang sangat membanggakan bagi Kantor Pertanahan Ponorogo adalah, di bawah kepemimpinan Pak Sugeng , Kantor Pertanahan Ponorogo mendapatkan kesempatan yang sangat luar biasa, berupa sebuah apresiasi atas pelayanannya oleh Menteri Agararia Sofyan A Djalil yang beberapa waktu yang lalu menyempatkan diri untuk mengunjungi Kantor Pertanahan Ponorogo di sela-sela pembagiansertipikat PTSL bersama Presiden Joko Widodo.
Bagian terberat dari sebuah perjalanan adalah perpisahan. Kesediaan meninggalkan masa lalu yang tiada di masa depan. Belajarlah dari semua yang telah terjadi dan mengertilah. Bahwa jawaban adalah tak akan selalu dengan terus bertahan, melainkan dengan melepaskan genggaman untuk sebuah kesempatan baru di masa depan.
Terima kasih banyak atas dedikasi Bapak Sugeng M Santoso .SH yang selama ini tak akan pernah bisa tergantikan, Kantor ATR/BPN Kabupaten Ponorogo akan sangat merindukan Bapak, dan berharap bisa kembali lagi memipin di Kantor ini.
Menanggapi ditunjuknya kantor ATR /BPN Kabupaten Ponorogo sebagai salah satu kantor dalam penilaian zona integritas oleh Kakanwil Jawa Timur , Hari ini Rabu 27/02/2019 Kantor ATR/BPN PONOROGO Mengadakan sosialisasi zona integritas yang wajib di ikuti oleh seluruh pegawai.
Acara dilaksanakan di dalam ruangan Aula Kantor ATR/BPN Kabupaten Ponorogo, dengan tema ” Peningkatan kualitas pelayanan pertanahan melalui pengolahan pengaduan masyarakat “ dibuka dengan sambutan kepala Kantor ATR/BPN KabupatenPonorogo, Bapak Sugeng Mulyo Santoso, yang sembari menunggu kedatangan pengisi materi, beliau menjelaskan alasan mendasar diadakannya kegiatan tersebut
Alasan yang sangat penting untuk digaris bawahi adalah karna rata-rata pegawai dalam penilaian kepala Kantor, adalah pegawai yang masih buta dengan zona integritas.
Walaupun tidak semuanya, akan tetapi hal ini sangat penting untuk disampaikan, agar supaya terjalin keseimbangan antar pegawai dalam pelaksanaan zona integritas, khususnya di lingkup kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo.
Banyak komponen yang harus dibenahi, meskipun sudah di terapkan namun masih kurang dalam bentuk pelayan terhadap masyarakat yang datang secara langsung dalam kepengurusan sertipikat Tanah
Kapala kantor berharap mudah2an dengan adanya sosialisasi ini, adalah langkah awal agar para pegawai bisa benar-benar melaksanakan zona integritas dengan bermodalkan pengaduan masyarakat yang selama ini menjadi momok yang menakutkan bagi para pegawai, khususnya pegawai yang berada di garis depan, dalam hal ini adalah petugas loket.
Menurut kepala Kantor, bentuk pengadauan masayarakat bukanlah hal yang perlu ditakuti , namun justru sebenarnya adalah sarana interpresi dalam melayani masyarakat. Karena baik dan tidaknya kantor dalam hal pelayanan, yang bisa menilai adalah masyarakat
Pada sosisalisi kali ini, Kantor ATR/BPN PONOROGO mendatangkan seorang konsultan yang sangat luar biasa yaitu Yetty Nteseo, dengan tema Pembangunan zona integritas melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dengan partisipasi masyarakat ( pengelolaan pengaduan masyarakat )
Di awal penjelasan materi sosialisasi Yetty Nteseo menerangkan , bahwa Zona integritas adalah merupakan sebuah predikat yang disematkan kepada Kantor pemerintahan yang dilaksanakan oleh pimpinan dan jajarannya melalui komitmen mencanangkan wilayah bebas korupsi serta wilayah birokrasi bersih melayani melalui reformasi birokrasi
Maka dalam hal ini, harus ada langkah awal, Yetty Nteseo mengatakan adanya proses atau langkah awal yang diantaranya adalah :
1 Penataan awal , Meliputi :
– Penjelasan program kepada pengambil keputusan oleh fasilitator/narasumber
– Sosialisasi Program kepada seluruh pegawai
– Pembentukan dan Pembekalan TEAM GOOD GOVERANCE dan TEAM pelaksana
– Penyusunan Jadwal kegiatan dan RAB
2 Pengelolaan pengaduan masyarakat, yang meliputi :
– Pelaksanaan lokakarya
3 Survey Pengaduan masyarakat , Meliputi :
– wawancara dengan responden
– rekapitulasi hasil survey harian dan final
– Penyusunan indek pengaduan masyarakat
– publikasi index pengaduan masyarakat
– pembuatan laporan survey dan ipm
4 Analisis masalah penyebab pengaduan, yang meliputi :
– penyampaian mekanisme lokakarya
– analisa masalah dan solusi
– Penyusunan janji dan rekomendasi perbaikan pelayanan
5 Tindak nyata dan Perbaikan, yang meliputi
– publikasi janji perbaikan
– penyampaian rekomendasi kepada stakeholder terkait
– organization capacity building
– tindak nyata perbaikan pelayanan
6 Pemantauan dan evaluasi , yang meliputi
– perencanaan
– pengangaran
Yetty Nteseo juga menyampaikan bahwa sosialisasi zona integritas ini isinya adalah bagaimana kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo mendapat nilai yang bisa masuk dalam indikator WBK dan WBBM kedepannya nanti.
Kemudian, hal yang perlu di perhatikan dan tak kalah penting adalah bagaiamana cara memperbaiki layanan di Kantor Pertanahan, senada dengan apa yang disampaikan oleh kepala Kantor, salah satu cara memperbaiki layanan yaitu dengan cara mempersilahkan masyarakat untuk mengadu.
Di season selanjutnya, Yetty Nteseo mengungkapkan, bahwa Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo ini juga perlu mencontoh kantor-kantor yang sudah menerapkan zona integritas jauh lebih dulu, seperti kantor Pertanahan Kota Bandung.
Dengan Penerapan semboyan No Pungli, No Tunggakan, No keluhan.
Namun yang menjadi pertanyaan adalah, dengan hal tersebut apakah sudah tidak ada lagi pengaduan? Jawabannya adalah masih tetap ada, namun harus langsung ditangani dengan baik.
Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo juga dihimbau untuk melakukan inovasi- inovasi pengaduan, agar masyarakat bisa dengan mudah melayangkan pengaduan dengan cara membuka layanan pengaduan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp.
Terkahir, pesan yang sampaikan Yetty Nteseo kepada seluruh pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo yaitu, bagaimana Kantor ini bisa menjadi ladang ibadah terbesar, bagaimana Kantor ini bisa menjadi sumber rizki yang terhalal dan terbaik dan jadikanlah Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo sebagai tempat untuk mendapatkan tiket Surga Allah yang terbaik.
Kamis 31 Januari 2019 tampaknya menjadi hari yang sangat bersejarah bagi Sony Bella Pramana SH Mkn, pasalnya pada hari itu sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Pihaknya telah sah dilantik menjadi Pejabat Pembuat Akta Tanah ( PPAT ) di daerah kerja Kabupaten Ponorogo.
Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor ATR/BPN PONOROGO Sugeng Mulyo Santoso , dsaksikan langsung oleh Rohaniawan , juga segenap pejabat kantor ATR/BPN Kabupaten Ponorogo yang diantaranya adalah Bapak Wildan Bashori dan Bapak Agus Rijadi yang ditunjukan sebagai Saksi, dilaksanakan di dalam Ruang Aula Kantor ATR/BPN PONOROGO pagi tadi.
Raut kebahagiaan Tampak diwajah Sony Bella yang datang bersama orang tua dan istri tercinta yang turut mendampingi dalam prosesi pelantikan, ekspresinya penuh dengan haru akan sebuah pencapian gelar yang disematkan pada dirinya yang mungkin sudah lama dinanti.
Setelah selesai prosesi pengambilan sumpah janji, kepala Kantor ATR/BPN PONOROGO Bapak Sugeng Mulyo Santoso berpesan, untuk menjadi seorang Pejabat Pembuat Akta Tanah diharapkan harus lebih berhati-hati mengingat bahwa masyarkat yang datang untuk berkepentingan kepengurusan setipikat tanah belakangan ini semakin kristis.
Selain hal itu, Pak Sugeng juga menyampaikan bahwa menjaga Amanah dan Tanggung jawab serta kode etik sebagai PPAT itu adalah hal yang sangat penting untuk benar-benar dilaksanakan, karena hal itu berkaitan dengan Peraturan Menteri ATR/BPN.
” Menjadi PPAT itu tanggung jawabnya sangat berat, selama kita masih hidup di dunia maka kita akan terus dikejar oleh sebuah pertnggungjawaban itu ” Sahut Pak Sugeng dalam sambutannya.
Pesan terakhir yang sampaikan oleh Bapak Sugeng adalah, menjadi PPAT jangan hanya mengejar materi, fungsi sosial terhadap masyarakat juga harus di pertimbangkan dengan matang, mengingat kondisi urusan tanah di Ponorogo sangatlah dinamis, terutama dengan adanya program PTSL , Jangan sampe PPAT tidak tau program PTSL yang sudah berjalan saat ini.
Selain melantik Sony Bella Pramana, Kepala Kantor ATR/BPN PONOROGO hari ini juga melantik 2 orang Camat yang dilantik menjadi Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara ( PPATS ), Yaitu Gulang Winarno SH, MM serta Ringga Dwi Hery Irawan S.STP M.Si ditempat yang sama, Namun pada Jam yang berbeda.
Menteri Sofyan A Djalil pernah berpesan kepada Kantor ATR/BPN PONOROGO, Bahwa kinerja yang bagus adalah yang lebih baik dari hari kemarin, dimanapun seorang pegawai ditempatkan, maka harus bisa memberikan perubahan yang lebih baik dari tempat yang sebelumnya.
Berdasarkan hal itu, Demi meningkatkan pelayanan yang lebih prima , kantor ATR/BPN PONOROGO menggelar sebuah agenda yang bertajuk ” Gathering Peningkatan SDM , Evaluasi kerja 2018 dan Peningkatan kinerja 2019 yang di Gelar di Hotel Griya Persada Jogjakarta pada tanggal 25-27 Januari kemarin.
Dalam acara tersebut, Kepala Kantor ATR/BPN PONOROGO Sugeng Mulyo Santoso dalam sambutannya mengatakan, Bahwa setelah acara ini semua pegawai akan berjibaku dengan program PTSL tahun Anggaran 2019, maka salah satu alasan di gelarnya agenda peningkatan SDM seperti ini adalah sebagai bentuk cara bagaimana agar PTSL di Tahun 2019 harus lebih baik daripada Tahun 2018 kemarin.
” Saya berharap dengan acara ini kita bisa sedikit berefleksi, biar tidak tegang terus, karna minggu depan kita sudah harus fokus menghadapi PTSL tahun 2019, tidak usah trauma dengan PTSL, karena program PTSL akan terus berlanjut sampai tahun 2023″ kata Pak Sugeng dalam sambutannya.
Acara juga di isi dengan pemberian penghargaan kepada team terbaik dalam pengerjaan program PTSL, dan di Tahun 2018 kemarin team 3 lah yang mendapatkan penghargaan sebagai team terbaik dalam pengerjaan program PTSL dan berhasil 100% dalam penyelesaian program PTSL tahun 2018.
Adanya penghargaan tersebut merupakan sebuah bentuk pemberian motivasi bagi team-team lainya, agar bisa dijadikan contoh yang bertujuan untuk menambah semangat dan motivasi untuk seluruh anggota team yang tergabung dalam pengerjaan program PTSL di Tahun 2019 ini.
Mengingat apa yang sudah diinstruksikan oleh kepala Kantor ATR/BPN wilayah Jawa Timur bahwa program PTSL Tahun 2019 harus sudah dalam bentuk produk K1, sedangkan produk k3 hanya dibatasi maksimal 10-15% saja.
Maka dari itu, adanya agenda gathering Peningkatan SDM , Evaluasi kerja 2018 dan Peningkatan kinerja 2019 diharapkan mampu menjadi modal untuk memupuk semangat para pegawai kantor ATR/BPN PONOROGO dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih prima, terutama dalam penyelesaian program PTSL Tahun Anggaran 2019 ini.
Senin 21/01/2018 Kantor Kementrian ATR/BPN Ponorogo telah berhasil melaksanakan Pelantikan dan Pengangkatan Sumpah Janji Pantia ajudikasi, Satuan tugas fisik, Satun Tugas yuridis dan Satuan Tugas administrasi yang dilaksanakan di Aula Kantor.
Acara pelantikan dipimpin Langsung oleh Sugeng Mulyo Santoso kepala Kantor ATR/BPN Ponorogo dan diikuti oleh semua ketua Team ajudikasi beserta seluruh Anggotanya yang tergabung dalam team PTSL tahun Anggaran 2019.
Kepala Kantor ATR/BPN Ponorogo mengatakan, besar harapannya dengan di selenggarakannya acara ini bisa menjadi pendongkrak semangat bagi seluruh pegawainya dalam meningkatkan kinerja terutama dalam penyelesaiana program PTSL tahun anggaran 2019 ini.
Menanggapi apa yang menjadi intruksi dari Direktorat Jendral Kementrian ATR/BPN Bahwa program PTSLtahun 2019 harus ada peningkatan secara produk, dan produk yang dihasilkan bukan hanya sekedar dalam bentuk yuridhis akan tetapi sudah dalam bentuk puldadis.
Kepala kantor ATR/BPN Ponorogo mengatakan, melalui acara ini pihaknya ingin meramu strategi terbaik untuk Puldadis sekaligus berbagi pengalaman dengan Kantah yang punya pencapaian bagus dalam pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Pak Sugeng juga mengatakan, selain guna mematangkan strategi pengumpulan Puldadis, terselenggaranya acara ini juga menjadi saluran penyampaian ide-ide segar dan masukan terkait Puldadis.
” Tahun ini sudah bukan waktunya lagi untuk berdebat, Justru bagaiamana kita saling bertukar pikiran dan saling bahu membahu menemukan strategi dalam pencapaian puldadis” Sahut Pak sugeng dalam Sambutannya
Selain strategi Puldadis, Pak Sugeng Berharap banyak kepada seluruh pegawainya untuk mengoptimalkan Peraturan Menteri (Permen) ATR/BPN Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan PTSL. yang di dalamnya adalah termasuk strategi agar bagaimana serapan anggarannya bisa maksimal.