Bulan Bhakti Agraria Bentuk Kepedulian terhadap Kampung Idiot

warga karang patihan

Bicara tentang pemimpin, dalam wikipedia mengatakan bahwa Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukannya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi

Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, danintensitas.

Hal itu pula lah yang mungkin diterapkan oleh Pak Sugeng M Santoso selama ini dalam memimpin kantor ATR/BPN Kabupaten Ponorogo dalam masa kepemimpinannya.

Bapak Sugeng beserta jajaran pejabat kantor pertanahan

Terbukti jelas, meski belum genap satu tahun Pak Sugeng memimpin kantor ATR/BPN Kabupaten Ponorogo, Namun dedikasi dan kerja keras beliau sejauh ini dirasa sangat luar biasa.

Sebagai pejabat yang datang dari luar daerah, banyak hal yang membuat  Pak Sugeng begitu sangat terkesan dengan Ponorogo. mulai dari keramahan penduduknya, kesenian, tradisi budaya serta kearifan lokalnya membuat beliau semakin tertantang bukan hanya bagaimana bisa menyelesaikan tugas negara, namun bagiaman bisa berbaur dengan masyarakatnya.

Pak Sugeng menyadari bahwa masa kepemimpinan Kepala kantor ATR/BPN untuk wilayah kabupaten tidak bisa ditentukan oleh waktu, kapanpun bisa dipindah tugaskan sesuai dengan intruksi dari kantor pusat. Sebab itulah, ketika suatu saat beliau dipindah tugaskan kedaerah lain, setidaknya beliau sudah meninggalkan bekas yang sangat berkesan positif bagi masyarakat Ponorogo.

Merupakan sebuah harapan yang sangat besar bagi Pak Sugeng untuk bisa memberikan kesan positif didalam kantor, maupun diluar kantor yang tentunya ditunjukan untuk semua lapisan masyarakat, baik masayrakat yang mempunyai kepentingan dalam kepengurusan sertipikat tanah maupun yang bahkan tidak ada kepentingan untuk kepengurusan sertipikat tanah.

Melalui komunitas NGOBAR ( ngopi bareng ) sebuah wadah untuk menjalin tali silaturahmi, yang anggotanya sendiri adalah para pimpinan sebuah perusahaan swasta dan pimpinan kantor instansi pemerintah yang ada di ponorogo, Pak Sugeng tidak hanya bisa menjalin tali silaturahmi namun juga menjalin relasi yang salah satu outpunya adalah dengan mengadakan sebuah kegiatan sosial. menyapa masyarakat secara langsung serta membantu masyarakat yang kurang mampu.

langkah Pak Sugeng untuk bisa memberikan kesan posotif kepada ponorogo adalah dengan cara mensukseskan Bulan Bahkti Agaria Tahun 2018 ini dengan mengajak seluruh pegawai Kantor ATR/BPN dan berkolaborasi dengan rekan-rekan dikomunitas NGOBAR untuk mengadakan beberapa  kegiatan sosial yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu, yang juga dinilai dari sebagai wujud pelayanan terhadap dimasyarkat

Gowes bersama

Kegiatan dimulai dengan acara gowes bersama, yang diikuti oleh para pegawai kantor ATR/BPN serta para anggota dari komunitas NGOBAR. dilaksanakan pada hari jum’at (12/10/2018) strat mulai pukul 05:30  dari kantor ATR/BPN dengan rute sejauh 10 KM dan finis dikantor transmigrasi, dan dilanjutkan dengan acara lomba-lomba agustusan seperti balap karung dan memasukan paku kedalam botol yang dilaksanakan dihalaman belakang kantor ATR/BPN.

Lomba balap karung

Pak sugeng terlihat ikut memeriahkan lomba

Hari Rabu (17/10/2018) atas intruksi dari Pak Sugeng,  Kantor ATR/BPN Kabupaten Ponorogo bekerja sama dengan PMI Kabupaten Ponorogo berhasil melaksanakan kegiatan donor darah, yang diadakan diruang aula kantor ATR/BPN. selayaknya slogan yang dipakai oleh PMI “Melalui Sekantong Darah Untuk 1 Nyawa Dan Beribu Kebahagiaan”  para pegawai terlihat begitu antusias untuk mendonorkan darahnya, dengan dasar niat yang tulus untuk membantu bagi mereka yang membutuhkannya.

Lokasi donor darah

Peserta donor darah

Puncak dari pelaksanaan  bulan bhakti agaria tahun 2018 ini, Kantor ATR/BPN  bekerja sama bekerja sama dengan  PDAM dan RSU Darmayu untuk menggelar bakti sosial berupa bantuan air bersih dan pengobatan gratis kepada masyarakat Desa Karang Patihan Kecamatan Balong

Siap untuk didistribusikan

Acara bakti sosial dilaksanakan pada hari kamis pagi (18/10/2018), kantor PDAM mengirimkan sejumlah truk tangki air untuk didistribusikan, RSU Darmayu mengirimkan beberapa dokter dan perawat untuk tenaga medis dan pengobatan gratis. semua pihak yang terlibat didalamnya, baik pegawai Kantor ATR/BPN maupun PDAM dan Rsu Darmayu semua bekerja sama saling bahu membahu dengan setulus hati, melaukan pendekatan dan pelayanan kepada masyarakat secara cuma-cuma.

Pengobatan gratis

Cek tensi

Sementara itu, petugas dari PDAM dibantu oleh beberapa pegawai kantor pertanahan mendistribusikan air bersih kebebrapa titik tempat penampungan air yang setiap hari dikonsumsi oleh warga karang patihan. melihat hal itu rasanya sungguh miris, air yang biasanya terbuang sia-sia namun di karang patihan menjadi rebutan para warga, terlebih dimusim kemarau seperti saat ini.

Pak sugeng menyerahkan bantuan kepada warga, disaksikan seluruh pejabat kantor ATR/BPN dan kepala desa karang patihan

Mengisi penampungan air

Disisi lain, alasan yang menggugah hati Pak Sugeng dipilihnya Desa karang patihan untuk kegiatan baksos , tidak lain karena desa tersebut disebut sebagai desa ‘idiot’  atau kampung idiot. permasalahan tersebut disebabkan karena sebuah faktor  penduduknya yang merupakan orang-orang penderita tuna grahita atau keterbelakangan mental. 

Ibu - ibu desa karang patihan

Meski Karang Patihan sendiri sudah lama dikenal sebagai kampung ‘idiot’ imbas dari faktor kekuragan gizi tiap warga desa. Namun berkat kerja keras Eko Mulyadi ( bang edo ) seorang kepala desa Karang Patihan, perlahan stigma negatif yang melekat pada warga desanya  perlahan mulai terkikis dan bangkit dari sebuah keterpurukan.

Lokasi kegiatan pengobatan gratis terletak tepat di depan ‘Rumah Harapan’, sebuah tempat yang didirkan oleh Eko Mulyadi yang setiap harinya digunakan guna melatih warga tuna grahita agar bisa berlatih hidup mandiri juga berwira usaha seperti halnya manusia pada umunya. 

Sambutan Eko mulyadi kepala desa Karang Patihan

Eko Mulyadi dalam sambutannya sebelum acara pengobatan gratis di mulai, menyinggung secara khusus ditunjukan kepada Pak Sugeng menerangkan bahwa 99,99% warga yang hadir belum mempunyai sertpikat tanah, seandainya mereka ingin menguruspun juga masih kesulitan dalam hal biaya.

Sambutan Pak Sugeng

Menanggapi hal terserbut, Pak Sugeng tidak hanya tinggal diam, dalam sambutannya belaui menyatakan bahwa Kantor ATR/BPN Kabupaten Ponrogo siap berkomitmen untuk memfokuskan Desa Karang Patihan masuk dalam Progam pemerintah PTSL (pendaftaran tanah sistemasi lengkap) tahun 2019 yang akan datang, hal itu sontak disambut riuhnya tepuk tangan dari semua yang hadir pada hari itu dan dibalut dengan raut kebahagiaan dari setiap warga desa yang mendengarnya.

Eko Mulyadi berharap banyak kepada Kantor ATR/BPN Kabupaten Ponorogo khususnya kepada Pak Sugeng, agar nantinya Karang Patihan benar-benar difokuskan untuk program ptsl tahun 2019 nanti.

enuutnya adanya sertipikat tanah bagi warga nantinya bisa digunakan untuk jaminan model ke BANK, dan dari hasil pinjaman itulah Warga Desa Karang Patihan bisa mengembangkan sektor wirausaha, sehingga Karang Patihan benar-benar bisa bangkit dari garis kemiskinan dan kecukupan pangan.

Mengingat bahwa faktor utama yang menyebabkan sebagian warga Desa Karang Patihan mengalami keterbelakangan mental adalah faktor kurang asupan gizi, maka langkah untuk memfokuskan ptsl ini diharapkan bisa memutus rantai keterbelakangan mental yang dialami sebagian warga Desa Karang Patihan.

Mungkin bukanlah tugas yang mudah bagi siapapun untuk bisa mewujudkan semua harapan tersebut, namun banyak pihak yang meyakini bahwa seorang pimpinan kantor seperti Pak Sugeng, yang kemudian mendelegasikan kepada seluruh jajaran pejabat Kantor ATR/BPN kabupaten Ponorogo, bisa mewujudkan apa yang menjadi harapan bagi masyarakat Ponorogo khusunya mewujudkan program ptsl warga Desa Karang Patihan.

hrdnt

Ketika Warok Ponorogo Mengikuti Upacara 17 Agustus

Para pegawai mengenakan pakaian warok

Saat pertama kali mendengar kata ” Warok Ponorogo ” sudah pasti yang terlintas dalam pikiran adalah salah satu peran dalam Tari Reyog Ponorogo.

Hal itu sangatlah wajar , karena di dalam Tari Reyog Ponorogo sendiri memang menampilkan Tari Warok Ponorogo yang menggambarkan satu kelompok tentara pengawal pada jaman dahulu yang memakai pakian Hitam-hitam,  berbadan kekar dan memakai kolor putih sebagai ciri khasnya.

contoh pakaian khas warok dokumen pribadi

Nah lalu apa jadinya jika warok-warok tersebut bukan terdapat pada tari Reyog,  akan tetapi terlihat mengikuti upacara bendera 17 Agustus?

Berawal dari intruksi Kepala kantor ATR/BPN Kabupaten Ponorogo Bapak Sugeng M Santoso saat apel pagi Hari Senin (13/08/2018) tempo hari. Pak Sugeng menginstruksikan kepada seluruh pegawainya , bahwa Upacara Bendera 17 Agustus 2018 ini harus tampil bedha, dengan cara mengenakan pakaian daerah.

Mungkin apa yang beliau sampaikan adalah bertujuan untuk meningkatkan Rasa cinta Tanah Air di hati para pegawainya dengan cara mencintai budaya daerah yang ada di indonesia.

Pada dasarnya,  pakaian yang di kenakan tidaklah harus pakian warok, Namun berhubung ini adalah Kabupaten Ponorogo maka yang mendominasi sebagai pakaian daerah yang dikenakan oleh sebagian besar pegawai adalah pakaian khas Warok Ponorogo.

beragam pakaian daerah 1 | dokumen pribadi

pakaian adat bali juga terlihat dikenakan oleh peserta upacara | dokumen pribadi

Pukul 06:00 wib seluruh pegawai sudah datang di kantor, semua sibuk dengan persiapan pakian daerah yang akan di kenakan masing-masing pegawai. Sebagian besar mengenakan pakian Warok Ponorogo selayaknya akan menari di panggung pentas kesenian tari Reyog Ponorogo

Bahkan terdapat juga beberapa pegawai wanita yang sudah sadari subuh berangkat ke salon rias untuk berdandan secara totalitas agar terlihat anggun ketika mengenakan pakian daerah saat upacara.

pengibaran sang merah putih | dokumen pribadi

Meski mengenakan pakaian daerah, namun upacara tetap berlangsung begitu hikmat. Upacara bendera dengen mengenakan pakian daerah memang bukan hanya pertama kali saya lihat,  Namun yang berkesa bagi saya kali ini adalah dengan rasa bangga dalam diri, melihat semua peserta upacara begitu bangga mengenakan pakian warok.

pembacaan teks pancasila | dokumen pribadi

pembacaan teks proklamasi dokumen pribadi

Dan satu hal lagi, meskipun tokoh warok sendiri adalah seorang laki-laki, namun jika dikenalan oleh seorang wanita sekalipun tetap terlihat kesan gagahnya.

Pakian warok sendiri memang tidak asing bagi para Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Ponorogo,  karena pakaian tersebut memang di gunakan untuk seragam kerja saat perayaan hari-hari tertentu, contohnya adalah perayaan Grebek Suro dan Hari Jadi Kabupaten  Ponorogo.

Namun pada kesempatan kali ini, Para pegawai Kantor ATR/BPN Kab Ponorogo memilih mengenakan pakaian Warok untuk melaksakan upacara bendera 17 Agustus, dan memang belum pernah di lakukan dari tahun-tahun sebelumnya.

team paduan suara | dokumen pribadi

Selesai Upacara Bendera, acara di lanjutkan dengan Potong Tumpeng yang di lakukan oleh kepala Kantor Bapak Sugeng M Santoso dan disaksikan oleh seluruh pegawainya.

potong tumpeng | dokumen pribadi

Hal ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Maha Esa yang telah memberikan menganugerahkan kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia terhadap bentuk penajajahan 73 Tahun silam.

dokumen pribadi

Cara mewujudkan Rasa Syukur atas kemerdekaan sebuah bangsa memang sangatlah beragam,  berjuta-juta cara pun bisa dilakukan,  namun output dari semua itu adalah bagiama seorang warga negara bisa lebih meningkatakan rasa cintanya kepada Tanah Air.

Mengingat bahwa Bangsa Indonesia Sendiri memiliki berjuta-juta ragam buadaya, Namun Khususnya warga kabupaten Ponorogo salah satu cara meningkatkan Rasa cinta kepada Tanah Air adalah dengan cara mencintai budaya daerah seperti mengenakan pakaian warok dalam beberapa acara seperti ini pada contohnya.

teriak merdeka | dokumen pribadi

Dirgahayu Republik Indonesiaku
Selamat Ulang Tahun Ke-73
Salam Budaya


hrdnt